Saturday, December 28, 2013

Konsep Bangunan pada Iklim Tropis

Iklim tropis adalah iklim dimana panas merupakan masalah utama/dominan yang membuat bangunan hampir setiap saat harus dalam kondisi dingin agar tercipta suatu kenyamanan bagi pemakainya. Suhu rata-rata iklim tropis pertahun tidak kurang dari 200 Celsius. Iklim tropis memiliki sifat curah hujan yang relatif tinggi, intensitas cahaya matahari tinggi, karena posisinya pada zona ekuator mendapat pengaruh radiasi maksimal, memiliki kecepatan angin bervariasi, kelembapan udara yang tinggi, serta gangguan hewan liar, hewan pengerat, dan serangga tinggi. Kondisi iklim tropis yang lembab menuntut perlunya syarat-syarat khusus dalam perancangan bangunan dan lingkungan binaan, mengingat adanya beberapa faktor spesifik yang hanya dijumpai secara khusus pada iklim tropis. Sehingga teori-teori arsitektur, seperti komposisi, bentuk, fungsi bangunan, citra bangunan, dan nilai-nilai estetika bangunan yang terbentuk di daerah beriklim tropis akan sangat berbeda dengan kondisi bangunan yang ada di wilayah lain yang berbeda iklimnya.

Permasalahan pada bangunan tropis adalah :
1.Elemen Iklim
Elemen meteorologi terdiri atas komposisi atmosfir, tekanan, radiasi matahari, temperatur, angin, kelembapan, dan formasi awan. Elemen-elemen ini akan mempengaruhi iklim suatu daerah. Berhubungan juga dengan letak garis bujur dan garis lintang bumi.

2.Area Nyaman, Skema Bio Klimatik
Ketika manusia beraktivitas maka akan mengeluarkan panas dan akan keluar dari tubuh berupa keringat. Selain panas didapat dari dalam tubuh, panas juga berasal dari luar tubuh, seperti ketika berjemur di bawah sinar matahari atau ketika kita berdekatan dengan sumber penghasil panas, tubuh akan merespon dengan mengeluarkan keringat. Keringat ini bertugas untuk menjaga keseimbangan suhu pada tubuh manusia.

3.Matahari dan Proses Perancangan
Ketika matahari merupakan salah satu elemen yang mempengaruhi kenyamanan manusia, maka peran matahari dalam proses perancangan bisa menjadi sebuah sumber yang dimanfaatkan sebagai elemen pencahayaan alami namun bisa juga menjadi salah satu elemen yang harus dihindari karena mengakibatkan kenaikan suhu dan silau. Hal lain yang perlu diperhatikan pada bangunan terkait dengan sinar matahari adalah menentukan perlengkapan penghalang (shading devices), arah sinar matahari dan dampak bayangan gelap yang dihasilkan.

4.Orientasi dan Perencanaan
Perlu diperhatikan ketika membuat suatu perancangan bangunan membutuhkan data yang akurat menegenai kondisi site, iklim, arah datangnya sinar matahari dan angin, serta konsep perencanaan yang dijadikan issue.

5.Ventilasi
Pada sebuah perencanaan bangunan diperlukan adanya ventilasi atau bukaan-bukaan yang bisa mengontrol aliran udara, dimana aliran udara tersebut berfungsi supaya ruangan tidak pengap, ini karena udara dari luar akan mengalirkan udara panas keluar bangunan. Jumlah dan besarnya ventilasi ada baiknya juga memperhatikan lingkungan sekitar yang mengandung bayak oksigen atau mungkin malah berdebu.

6.Landsekap
Fungsi tanaman antara lain sebagai: kontrol pandangan, pembatas fisik, pengendali iklim, pencegah erosi, habitat satwa, dan fungsi estetika. Dengan memperhatikan tata hijau di suatu kawasan akan mempengaruhi visualisasi atau pencitraan terhadap suatu kawasan. 

7.Perlengkapan Pendingin
Dengan adanya sianr matahari yang datang sepanjang tahun, maka pada bangunan di daerah iklim tropis membutuhkan pendinginan ruangan. Pendinginan ruangan dilakukan dengan cara penguapan, exhaust fan, atau pendinginan dengan ac.

8.Analisis dalam Perancangan
Pada iklim tropis dibedakan dengan dua daerah yakni iklim panas dan kering serta iklim panas dan lembab. Kering berarti jarang terjadi hujan , sedangkan lembab berarti sering terjadi hujan. Maka dibutuhkan pengetahuan untuk  membuat desain perencanaan bangunan sebagai bentuk respon dari perbedaan iklim kering dan lembab.

Melihat dari kondisi site dan orientasinya, pada iklim panas dan kering sebaiknya menghindari kantong-kantong radiasi matahari dan silau dari langit ataupun pengaruh pantulan dari sekitarnya. Kedua, dalam pemilihan bahan dan peralatan pada dinding dan atap cenderung memilih bahan yang memantulkan radiasi matahari. Ketiga, mengupayakan menanam rerumputan atau pepohonan di sekitar bangunan karena komponen ini mampu menekan pengaruh radiasi matahari dan suhu udara. Keempat,   menghindari pengaruh radiasi matahari dari arah timur dan barat pada pagi atau sore hari. Kelima, menghindari dari area-area di lembah yang sempit karena dapat menjadi pengumpul radiasi matahari yang dapat meningkatkan suhu udara. Keenam, dengan menambahkan elemen air pada sekitar bangunan cenderung dapat meyaring debu dan pasir yang terbawa oleh angin yang masuk kedalam bangunan. Ketujuh, memilih lokasi untuk pemukiman sebaiknya yang dekat dengan aliran air, karena akan mempengaruhi kenyamanan lingkungan yang lembab dan sejuk.

Melihat dari kondisi site dan orientasinya, pada iklim panas dan lembab sebaiknya pada daerah yang berketinggian, menghadapkan bangunan kearah datangnya angin agar mendapatkan pergerakan udara secara optimal, pada arah kemiringan utara/ selatan lebih menguntungkan dibanding timur/barat karena mendapatkan pengaruh radiasi matahari lebih rendah. Kedua, jarak antar rumah dibuat lebar memungkinkan pergerakan udara dengan lancar. Ketiga, menanam tanaman yang tinggi-tingi dengan kerapatan yang kecil, bertujuan menurunkan suhu karena memberikan daerah bayang-bayang dan mengaktifkan udara. Keempat, menghindari genangan air hujan di sekitar bangunan, sehingga harus dibuat saluran irigasi yang baik agar air hujan segera masuk kedalam tanah.

Untuk proses perancangan denah bangunan, hal yang perlu diperhatikan pada daerah beriklim panas dan kering adalah dalam penataan denah atau masa bangunan saling berpengaruh dengan faktor iklim mikro. Kedua, bangunan cenderung menerima radiasi panas, karena itu dibutuhkan cara-cara untuk mendinginkan bangunan seperti menjauhkan  ruang kegiatan manusia dari sisi barat. Ketiga, sebaiknya bentuk-bentuk bangunan yang kompak sepanjang aksis timur-barat karena penataan ruang-ruang dalam dapat untuk lebih mendinginkan udara interior terhadap suhu/radiasi panas di luar bangunan.
Sedangkan pada iklim panas dan lembab, perancangan denah bangunan sebaiknya memperhatikan adanya ruang transisi/ruang antara yang menghubungkan antara ruang luar dan dalam. Kedua, mengingat kelembapan udara yang tinggi, dibutuhkan ventilasi udara yang maksimal yang dapat dicapai melalui rumah bertingkat, bangunan panggung, bangunan bertingkat yang susunan masanya bebas dan tidak padat. Ketiga, radiasi matahari yang kuat dari arah timur dan barat, menuntut bentuk bangunan yang langsing/pipih dan panjang. Keempat, perkerasan diluar bangunan dihindari/dikurangi, sedangkan untuk ruang-ruang terbuka diluar bangunan sebaiknya dapat ternaungi dengan baik dan tertutup oleh kawat kasa untuk menghindari serangga. Kelima, pada bagian yang berdekatan dengan struktur bangunan harus dijauhkan dari kelembapan karena akan merusak kekuatan bangunan. Terakhir, ruang-ruang arsip, penyimpanan alat dan bahan, serta gudang makanan maupu tekstil dijauhkan dari uap, serangga,  dan kelembapan.

Atap bangunan pada bangunan beriklim panas dan kering sebaiknya memperhatikan insulasi/penyekatan pada atap bangunan dari pengaruh matahari, malalui bahan isolasi atap yang tebal, pendingin dengan penguapan diluar bangunan atau dengan tirai radiasi dengan ventilasi pada bagian yang berbatasan dengan atap, misalnya atap ganda, atap tahan lembab atau atap tunggal berwarna putih yang mengurangi pengaruh panas. Kedua penyimpanan panas karena lapisan atap yang tebal merugikan karena pendinginan pada malam hari tidak cukup untuk menjadikan suhu udara yang nyaman di dalam bangunan.

Sedangkan hal-hal yang perlu diperhatikan pada perencanaan atap bangunan yang beriklim panas dan lembab adalah pengaruh suhu udara dan radiasi matahari sangat kuat, sehingga diharapkan adanya atap ganda berventilasi dan puncak atap terlindungi dari matahari. Atap tersebut harus kedap air, terisolasi, dan harus memantulkan radiasi/cahaya matahari. Tritisan yang lebar sangat dibutuhkan untuk melindungi pengaruh hujan. Pada iklim panas dan lembab fungsi dinding agak sedikit berkurang dibanding pada daerah panas-kering, karena cenderung untuk pembatas privat dan melindungi dari serangga ketimbang untuk penahan pengaruh suhu dinding. Kedua, Suhu dan kelembapan yang tinggi dibutuhkan untuk menyesuaikan aliran udara tidak terlindungi pada waktu-waktu hujan. Ketiga, Harus diperhatikan perlindungan terhadap pengaruh air/cairan pada bagian struktur bangunan. Keempat, Bahan bangunan untuk dinding dan atap sebaiknya tidak menghisap air dan tidak mudah ditumbuhi jamur dan lumut. Kelima, membuat tritisan yang lebar dapat menghindari dari pengaruh panas matahari yang mengenai dinding.

Perencanaan pembukaan bangunan seperti pintu dan jendela pada bangunan beriklim panas dan kering sebaiknya memperhatikan bukaan harus dapat ditutup dengan rapat untuk melindungi pengaruh panas yang tinggi. Kedua, sudut radiasi matahari yang rendah dapat memberikan radiasi kedalam bangunan melalui jendela pada sisi timur atau barat bangunan. Ketiga, jendela yang terbuka ke arah barat dan timur dibuat sekecil-kecilnya. Hindarkan bidang-bidang yang luas dan bertabir kaca. Jendela sebaiknya lebar ketimbang tinggi. Tritisan dan pelindung terhadap pengaruh radiasi matahari kearah timur dan barat sangat penting. Usahakan menghindari adanya jendela ke arah barat. Keempat, perlengkapan pelindung terhadap radiasi matahari sebaiknya terpisah dari struktur.

Perencanaan pembukaan bangunan seperti pintu dan jendela pada bangunan beriklim panas dan lembab sebaiknya memiliki ventilasi, untuk memudahkan aliran udara dan memberikan perlindungan terhadap pengaruh matahari dibutuhkan kerai, kisi-kisi, jalusi,grill, ataupun tritis yang dilengkapi dengan perlengkapan untuk menghalangi matahari. Kedua, penutup yang mudah dibuka/ditutup dibutuhkan apabila terjadi hujan badai/lebat. Ketiga, jendela harus terlindungi dari radiasi langit dan silau dengan memperhatikan ketinggian dan arah matahari.

Perencanaan ruang dalam (interior) pada bangunan beriklim panas dan kering sebaiknya memiliki bidang-bidang yang terbuka/menerima cahaya matahari dapat ditangkal dengan cat warna putih. Kedua,warna-warna gelap dapat digunakan pada bidang-bidang yang berfungsi untuk meredam cahaya/pantulan. Ketiga, menggunakan warna-warni pendingin di ruang dalam. Keempat, hubungan dengan ruang terbuka / teras dapat mendinginkan ruang dalam.

KAJIAN TEORI ATB DAN AMK

PENDAHULUAN
Dinamika merupakan suatu ciri yang sangat hakiki dalam masyarakat dan kebudayaan. Perubahan merupakan suatu fenomena yang selalu mewarnai perjalanan sejarah setiap masyarakat dan kebudayaannya. Setiap masyarakat selalu mengalami dinamika dan perubahan dalam fungsi dan waktu. Salah satu penyebab terjadinya perubahan adalah kehadiran modernitas dan penyesuaian akan kebutuhan hidup yang berbeda setiap saat ditambah lagi, dengan masuknya orang luar yang banyak menetap di Bali dapat mempengaruhi budaya yang sudah turun menurun terutama dengan adanya pengaruh dari modernitas yang selalu muncul. Pada akhirnya tradisi dan modernitas akan saling berhadapan seiring dengan perkembangan jaman.
Bali memiliki prinsip adat, budaya dan agama yang kuat. Hal ini yang membuat Bali mempunyai identitas dan karakter. Adat berperan sebagai suatu sistem struktur peraturan kepada masyarakat Bali, kemudian budaya berperan dalam menjalankan dan melanjutkan tradisi terjadi, sedangkan agama adalah acuan dasar dalam mendefinisikan tradisi tersebut. Oleh karena itu ketiganya memiliki peranan penting dalam kehidupan masyarakat Bali dalam mempertahankan tradisi. Masyarakat Bali selalu berorientasi pada agama dan ruang ( spiritual and spatial orientation). Aturan dari kosmologinya selalu berdasarkan pada agama dan alam misalnya kepercayaan dan pemujaannya terhadap dewa-dewa serta orientasi gunung, laut dan sebagainya. Hal ini berpengaruh pada budaya arsitekturalnya, karena arsitektur berkaitan dengan kebudayaan.     

LATAR BELAKANG 
Seiring  perjalanan waktu, tradisi dapat berubah. Akibat dari sifat globalisasi dan akulturasi budaya, meyebabkan masyarakat Bali harus berkenalan dengan pengaruh budaya posmodern yang tidak lagi menawarkan ideologi tunggal dengan nilai-nilai homogen. Ada dua kecenderungan besar dari posmodern, yaitu, posmodern dekonstruktif dan posmodern rekonstruktif. Demikian pula arsitektur posmodern tidak lagi menggunakan bahasa tunggal dari subjektif penciptanya, tetapi aneka ragam bahasa arsitektur masa lalu.
Masyarakat posmodern dikenal juga sebagai masyarakat konsumer, yang ditandai oleh kekuasaan kapitalis semakin kompleks, telah membawa masyarakat ke suatu masa di mana konsumsi (komoditi) menjadi titik sentral kehidupannya. Oleh karena itu, kita dapat melihat bahwa telah terjadi penyimpangan pada penerapan konsep asli Arsitektur Bali. Ini tercermin dari banyaknya muncul bentuk arsitektur posmodern dekonstruktif, yang lebih menekankan pada penentangan akan segala bentuk otoritas, pengekangan dan pembatasan (hukum, aturan, agama) demi memperoleh kebebasan ekspresi dan pembebasan hasrat secara total. Kemajuan akan modernitas membutuhkan dasar budaya yang kuat dan kreatif yang berakar pada kepribadian dan identitas diri. Tanpa budaya yang mendalam modernisasi tidak akan menuju ke arah yang lebih maju, karena dapat memiliki ketergantungan dengan budaya dari luar. Kemampuan menerima perubahan adalah potensi yang penting agar nilai-nilai tradisi dapat bertahan di masyarakat. Pamesuan merupakan salah satu wujud arsitektur tradisional Bali yang telah berkembang pesat.

PERMASALAHAN
Permasalahannya adalah bagaimana adaptasi dari modernitas pada tradisi itu diketahui serta seperti apa tandanya. Apa yang mempengaruhi terjadinya perubahan dan bagaimana masyarakat Bali menerima proses adaptasinya ini dalam kehidupan sehari-harinya?

RUANG LINGKUP MASALAH
Pamesuan atau juga disebut dengan kori merupakan salah satu bagian dari hunian tradisional Bali yang dapat diamati perubahannya. Sebuah pengamatan pada tradisi Bali dengan melihat dan menganalisa perubahan pamesuan berdasarkan fungsi, bentuk dan makna simbolis agar dapat melihat bagaimana dialog antara tradisi dan modernitas sebagai bentuk adaptasi modernitas pada tradisi arsitektur Bali.

TUJUAN PENULISAN
Sebagai seseorang yang mendalami arsitektur apalagi saya tinggal di Bali, saya ingin mengetahui seperti apa perubahan yang terjadi pada Arsitektur Bali masa kini untuk menambah pengetahuan saya. Selain itu untuk menghindari terjadinya kreasi secara tidak beraturan tanpa landasan tradisi dan budaya serta menjaga konsep tradisional dari penyimpangan yang tidak memiliki hakikat.

METODE PENULISAN
Metode yang digunakan dalam penulisan ini antara lain studi kepustakaan yaitu mencari literatur yang berkaitan dengan tradisi dan modernitas kemudian dianalisa secara keseluruhan dengan melihat kaitan antara satu sama lain.


PEMBAHASAN
Masyarakat dan kebudayaan Bali selalu mengalami perubahan dari masa ke masa. Perubahan masyarakat dan kebudayaan Bali sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik merupakan faktor internal (dinamika kebudayaan Bali sendiri) maupun faktor eksternal (pengaruh kebudayaan luar). Untuk melihat adanya perubahan yang terjadi pada Arsitektur Bali, maka saya mengambil pamesuan sebagai contoh dalam studi ini. Pamesuan merupakan salah satu wujud arsitektur tradisional Bali yang telah berkembang pesat. Telah terjadi perkembangan fungsi, estetika (bentuk) dan struktur serta perubahan makna secara simbolis pada pamesuan ini. Pamesuan merupakan suatu unit pintu umah atau pintu pekarangan, untuk unit bangunan tradisional Bali termasuk pintu pura juga untuk pintu suatu desa. Pamesuan dapat juga disebut Kori. Pamesuan atau pamedalan berdasarkan arti kata mempunyai pengertian tempat keluar, tidak disebutkan sebagai pintu masuk. Ini berbeda dengan pengertian entrance  yang berarti pintu masuk. Selain berfungsi sebagai pintu keluar dan masuk, pamesuan merupakan bagian  dari umah, juga dapat merupakan fasilitas bersama yang komunikatif. Sebagai contoh, pemilik umah bersama dengan tetangga ataupun teman dari desa yang lain dapat berbincang-bincang di bataran atau undag (tangga) pamesuan di sore hari. Selain itu pemakai jalan yang kehujanan atau kepanasan dapat menggunakan pamesuan untuk berteduh. Pamesuan terdiri dari kori (pintu), undag (tangga) dan penyengker (tembok). Pada umumnya kori pada pamesuan berbentuk massa bangunan dengan pasangan bata yang masif dengan lubang masuk beratap. Atap kori bisa merupakan pasangan lanjutan dari bagian badan dapat pula merupakan konstruksi rangka penutup atap serupa atap bangunan rumah. Dalam bentuknya yang tradisional, lengkap dengan tangga-tangga, tangga naik dan tangga turun. Lubang kori tingginya apanyujuh

Analisa Kasus : Pamesuan pada Puri Pemecutan



Puri ini ditempati oleh keturunan keluarga Pemecutan. Setiap Puri memiliki sebuah pamesuan yang biasanya dibuka hanya untuk upacara adat saja. Dari gambar di atas ini dapat kita lihat beberapa kori diantaranya yang paling besar dan letaknya di tengah adalah Kori Agung (gambar paling kiri) serta dua kori kecil mengapit Kori Agung. Pada awalnya hanya terdapat satu kori yaitu Kori Agung namun dengan adanya perubahan yang dimana penghuninya bertambah dengan perubahan fungsi dari istana raja pada masa lalu menjadi sebuah penginapan/hotel, maka ditambahkan lagi dua kori kecil tersebut sebagai pintu keluar masuk untuk memisahkan daerah tempat tinggal penghuni dengan penginapan para tamu hotel untuk menjaga privasi penghuni dengan tamu hotel. Berarti konsep keseharian berpengaruh pada terjadinya perubahan.
Senada dengan teori Posmodern yang ditandai dengan peralihan-peralihan besar serta titik-titik balik dalam tatanan objek, pengaturan dan penggunaan ruang, bentuk, kekuasaan, serta kondisi kehidupan yang diciptakannya seperti yang terjadi pada Pamesuan di Puri Pamecutan ini. Perubahan fungsi dari tempat pemegang pemerintahan (istana) menjadi sebuah penginapan (hotel) juga berpengaruh pada penambahan kori. Dengan adanya perubahan modernisasi seperti ini maka fungsi dari kori pun berubah dan nilai tradisionalnya secara filosofi hilang walaupun dari segi bentuk tidak terlalu berbeda.

PENUTUP

Lahirnya kebudayaan kontemporer merupakan akibat perkembangan teknologi baru di masyarakat yang diawali dengan kebangkitan kebudayaan posmodern atas kebudayaan modern. Kegalauan dan simpang siur penafsiran terhadap istilah dan makna posmodern yang semakin tidak pasti ini, disebabkan oleh karena galau dan simpang siur memang merupakan produk dan sifat posmodern itu sendiri

KESIMPULAN

Semaraknya arsitektur posmodern di daerah Bali telah membuat citra arsitektur Bali kabur, galau dan simpang siur, kalau tidak mau disebut tercemar. Oleh karena itu perlu adanya pemberdayaan berlanjut dengan pembelajaran dan memberikan pengertian akan konsep awal Arsitektur Bali itu sendiri.

Monday, July 16, 2012

Arsitektur Renaissance

Arsitektur Renaissance
Pada zaman Renaissance manusia maupun alam tidak digeneralisasikan,melainkan diperlakukan sebagai makhluk dan benda yang berdiri sendiri sendiri dan masing-masing mempunyai daya tarik sendiri.Masa Renaissance sering disebut juga masa pencerahan, karena menghidupkan kembali budaya-budaya klasik,hal ini disebabkan banyaknya pengaruh filsuf-filsuf dari Yunani dan Romawi.Renaissance yang berarti kelahiran kembali, ingin mengungkap kembali kebudayaan masa lalu yaitu zaman keemasan Romawi sebagai titik tolak pemikiran intelektual masa Renaissance.
Perkembangan penting pada zaman Renaissance dimulai di Itali pada tahun-tahun kemunduran abad pertengahan sekitar tahun 1300.Perubahan tersebut adalah paham yang menaruh perhatian pada masalah dunia, masyarakat yang praktis dan sadar diri serta perubahan sekuler, Ilmu pengetahuan,ketatanegaraan, kesenian, dan keagamaan berkembang dengan baik di masa Renaissance ini,tidak seperti  dimasa sebelumnya yang lebih menitik beratkan pada masalah keagamaan terutama agama Kristen sehingga pengaruh otorita seorang pemimpin gereja sangat kuat.Di masa Renaissance ini,arsitekturnya ikut berusaha menghidupkan kembali kebudayaan klasik jaman Yunani dan Romawi dengan jalur garap dan jalur pikir yang tersendiri, tidak menggunakan jalur garap dan pikir Yunani-Romawi. Dengan demikian, meskipun dalam wajah dan tatanan arsitektur terdapat kemiripan atau kesamaan,tetapi bukan semata-mata pencontohan dan menduplikat gaya arsitektur sebelumnya.
  • Seni Teknologi dan Arsitektur
Giotto adalah seniman Renaissance dari Firence yang pertama kali menguasai penggunaan persfektif mekanis, pemakaian bentuk anatomi manusia, serta eksperimen tentang chiaroscuro, yaitu suatu cara melukis bayangan dengan maksud memberikan ketajaman pada bentuk-bentuk yang terkena bayangan. Hal diatas merupakan 3 unsur pokok bagi pelukis masa Renaissance pada awalnya.
Selanjutnya azas persfektif mekanis ditemukan oleh Arsitek Brunelleschi, yang menemukan prisip-prinsipnya pada saat menelaah proporsi bangunan Romawi kuno.
Azas-azas persfektif, suatu telaah yang mempesonakan seniman Renaissance, memperlihatkan bagaimana persfektif mengungkapkan kesan kedalaman suatu permukaan yang datar, semua garis bertemu sebelum mulai melukis.
Teknik Sfumato sebagai pengembangan dari teknik Chiarooscuro, yakni pengaburan atau peremangan garis bentuk suatu benda sehingga menyatu dengan keadaan kelilingnya, sehingga memperkuat kesan obyek.
  • Karakter Arsitektur
Proporsi yang harmonis menguasai perhatian arsitek pada masa tersebut. Mereka berusaha menghubungkan matra tiap bagian utama bangunan dengan satu modul, atau satuan panjang yang menjadi dasar.
Misalnya proporsi Michelangelo yang rumit pada rancangan gereja St. Petrus (yang tidak pernah dilaksanakan ), adalah suatu bangunan duikur secara vertikal dengan perbangdingan 3 : 2 : 1. Garis bentuk bangunan merupakan segitiga samasisi yang merupakan bentuk geometris yang benar-benar simetri.
  • Analisa Perbandingan
Bentuk denah keseluruhan simetri.
Menara lebih sederhana dalam bentuk maupun jumlahnya.
Kesan skyline horisontal.
Atap kembali pada ½ lingkaran tanpa rib / rusuk, sehingga ketebalannya sama (kesan kekokohan Romawi ditonjolkan kembali)
Pedoman klasik (Yunani dan Romawi) dipergunakan kembali dan distandarkan menurut pemikiran humanis
  • Ciri khas bangunan masa renaissance
‘’Contoh bangunan gaya renaissance yang memperlihatkan tiang-tiang gaya klasik’’

Pemerintahan dengan sistem kerajaan mulai digunakan, sehingga tercermin dalam bangunan-bangunan istana dan benteng dengan bentuk klasik.Di sini kerajaan dipimpin oleh dua kekuasaan yakni pertama adalah kekuasaan raja dan yang kedua adalah kekuasaan pemimin agama. Konflik dan perebutan kekuasaan antara raja dan agama yang mewarnai berjalannya jaman ini, kemudian diperramai lagi dengan munculnya kekuasaan baru yakni ilmu dan pengetahaun. Dengan demikian, di jaman ini da-pat kita saksikan sosok perorangan yang ilmuwan, seniman dan sekaligus orang yang religius seperti Leonardo da Vinci; namun di sisi lain dapat pula disaksikan martir dalam keyakinan terhadap ilmu dan pengetahuannya, seperti Galileo Galilei

Arsitektur Renaisans (yang berjaya dalam abad 15–17 M) memperlihatkan sejumlah ciri khas arsitektur. Munculnya kembali langgam-langgam Yunani dan Romawi seperti bentuk tiang langgam Dorik, Ionik, Korintia dan sebagai-nya; (meskipun pada perkembangan selanjutnya peng-gunaan langgam tersebut mulai berkurang) dapat disam-paikan sebagai ciri yang pertama. Bentuk-bentuk denahnya sangat terikat oleh dalil-dalil yang sistematik, yaitu bentuk simetris, jelas dan teratur dengan teknik konstruksi yang bersahaja (kalau dibandingkan dengan masa sekarang, masa abad 20 khususnya). Di satu pihak, ketaatan pada dalil-dalil ini mencerminkan perlakuan yang diberlakukan pada arsitektur yakni, arsitektur ditangani dengan menggunakan daya nalar atau pikiran yang rasional. Perlakuan yang menggunakan daya nalar ini sekaligus menjadi titik penting perjalanan arsitektur Barat mengingat sebelumnya arsitektur sepenuhnya diperlakukan hanya dengan menggunakan daya rasa seni bangunan. Dengan kesetiaan pada dalil itu pula sebaiknya kehadiran detil dan perampungan yang ornamental maupun dekoratif diposisikan. Maksudnya, unsur-unsur yang ornamental dan dekoratif dari bangunan dihadirkan sebagai penanda dan penunjuk bagi dalil-dalil yang digunakan. Sebuah ilustrasi sederhana dapat disampaikan di sini untuk memberikan penjelasan tentang hal itu.

Dengan perhitungan dan pertimbangan struktur/konstruksi bangunan, maka jarak antar kolom dapat dibuat sebesar a meter. Akan tetapi, karena jarak a meter dengan tinggi kolom yang b meter tidak menghasilkan kesesuaian dengan dalil yang menunjuk pada perbandingan 2b=3a, maka di antara kedua kolom itu dimunculkanlah rupa yang tak jauh berbeda dari rupa kolom (dinamakan pilaster) sehingga nisbah (ratio) 2b:3a dapat dipenuhi. Ringkas kata, dalam masa Renaisans ini terjalinlah kesatuan gerak dalam berarsitektur, yakni kesa-tuan gerak nalar dan gerak rasa. Di masa ini pula arsitektur Yunani dan Romawi ditafsir kembali (reinterpretation) dengan menggunakan nalar (di-matematik-kan) dengan tetap mempertahankan rupa-pokok Yunani (pedimen dan pilar/kolom yang menandai konstruksi balok dipikul tiang)) serta Romawi (bangun dan konstruksi busur, yakni konstruksi bagi hadirnya lubangan pada konstruksi dinding pemikul




















(gambar konstruksi balok yang dipikul tiang khas yunani dan gambar dimana hadirnya lubang (ukiran) pada konstruksi dinding pemikul khas romawi)

Dimana tiang-tiang beserta balok murni masuk ke dalam arsitektur Yunani. Gaya ini disebut Gaya Dorik dan lebih murni dibandingkan gaya ionic.Tiang gaya ionik dari Bait Olympicon terkesan lebih muda. Lebih elegan dan lebih langsing.
Setelah tahun 1600-an, arsitektur Renaisans mulai meninggalkan gaya-gaya klasik, kemudian disambung dengan kebudayaan Barok (Baroque) dan Rococo. Barok dan Rococo dianggap merupakan bentuk dari kebudayaan Renaisans juga. Contoh bangunan dari aliran Barok adalah:
1.Gereja Basilika St. Petrus, Roma (Vatikan) 


Pembangunan gereja basilika ini dimulai tahun 1506, untuk menggantikan sebuah gereja yang sudah berumur 1200 tahun, yang terdiri tas makam St. Petrus ( Zaman Kristen Awal )setelah para arsitek bersaing untukmengajukan rancangannya, pemenangnya adalah Donate Bramante. Kemudian para arsitek lainnya seperti Raffaelo dan Michaelangelo berulang kali melakukan perubahan besar. Ketika Kathedral itu selesai dibangun pada tahun 1623, hanya kubah besarnya saja rancangan Michaelangelo yang menyerupai rencana asli.
Diatas deretan pilar, berdiri patung-patung besar (orang-orang yang dihormati dalam agama kristen) menghadap halaman dalam membentuk oval. Patung tersebut bergaya barok yang dirancang oleh Bernini puluhan tahun kemudian.
2.St.Maria Del Voire, Florence

Kubah pada kathedralnya digubah oleh Brunellechi, sedangkan kampanilnya oleh Giotto pada masa renaissance awal.
3.Doges Palace, Venice

4.El Escorial, Spain

5.Villa Barbaro, Maser, Italy

6.Papal Palace, Avignon, France

7.San Zaccaria, Vinece.

DAFTAR ISI


Arsitektur Mesopotamia


ARSITEKTUR MESOPOTAMIA
  • Keadaan awal masyarakat Mesopotamia

Ketika para pengembara mulai menghentikan kebiasaannya dan menetap di dusun-dusun, rumah tinggal dibangun dari bata yang dijemur, dan tiap-tiap rumah terdiri dari 6 sampai 7 ruang berbentuk panjang melorong, yang diatur mengelilingi sebuah halaman dalaman (patio), sehingga hawa yang panas diluar tidak sampai masuk ke dalam rumah.

Akan tetapi bagi penghuni rawa gelagah, mereka membangun rumahnya dari bahan yang tersedia, yakni gelagah rawa yang mudah hancur. Bangunan yang dihasilkan mirip terowongan dengan atap melengkung,dengan cara menanam 2 deret ikatan gelagah kedalam tanah untuk membuat pilar, lalu melengkungkan serta mengikat pada ujungnya untuk membuat lengkungan atap gelagah pula, itulah gubug gelagah.
  • Karakter Arsitektur Mesopotamia

Patio sebagai halaman dalam, sangat penting artinya bagi orang Mesopotamia. Patio tersebut mengikat ruang-ruang yang mengelilinginya, yang terdiri dari ruang-ruang berbentuk rangkaian segi panjang yang sempit melorong yang ditutup oleh atap melengkung.
Bahan bangunan terdiri dari bata Lumpur yang dikeringkan, sehingga secara struktural merupakan tatanan dinding bata yang cukup tebal, disamping karena bahannya sendiri juga dapat mengkondisikan ruang dalamnya, agar panas dari luar tidak terbawa masuk.
Bukaan pada pintu dan jendela cukup kecil saja, juga agar hawa panas tidak masuk kedalam ruang, sedangkan kesan secara keseluruhan masif.
  • Karya Arsitektural Mesopotamia

Zigurat

Ziggurat adalah monumen besar yang dibangun di lembah Mesopotamia Kuno dan dataran tinggi Iran bagian barat, yang berbentuk piramida berundak yang tersusun atas kisah atau tingkat yang mundur. Terdapat 32 ziggurat di dan dekat Mesopotamia yang diketahui 28 terletak di Irak, dan 4 ada di Iran. Ziggurat yang terkenal termasuk Zigurat Besar Ur dekat ,An-Nashiriyah Irak,Agar Quf dekat Baghdad, Irak, Chogha Zanbil di Khuzestan, Iran; Tappeh Sialk dekat kahsan,Iran yang paling akhir ditemukan, dll.
ziggurat juga merupakan kuil yang ada di mesir dan di dalam kuil itu, selain merupakan tempat pemujaan para dewa orng para pendeta wanita, tetapi juga merupakan tempat perdagangan atau ekonomi. karena seluruh hasil panen yang dihasilkan oleh orang mesir di kumpulkan di dalam kuil. dan ketika tiba musim pancaroba, maka kuil tersebut akan dibuka dan hasil panen yang telah dikumpulkan akan dibagi kan kepada para penduduk. dan ini merupakan salah satu cara untuk mempertahankan kehidupan.

  • Kerajaan masa Mesopotamia

1.Kerajaan Assiria
Asiria atau Asyur adalah kerajaan yang berpusat di hulu sungai tigris,Mesopotamia irak.dengan ibukota NINIVEH.Pada masa Asiria Tua (abad ke-20 hingga ke-15 SM), Assur menguasai sebagian besar Mesopotamia Hulu dan sebagian dari Asia Kecil. Pada periode Asiria Pertengahan (abad ke-15 hingga ke-10 SM), pengaruhnya memudar dan digapai kembali melalui berbagai penaklukan. Asiria pada zaman besi awal (911 – 612 SM) meluas lebih jauh, dan dibawah kepemimpinan Ashurbanifal ( 668 – 627 SM) selama beberapa dekade menguasai seluruh wilayah Bulan sabit subur hingga akhirnya kalah dengan perluasan kekuasaan Neo-Babilonia
NINIVEH
Kota ini merupakan ibukota kerajaan Assyria pada tahun 1100 SM. Dalam jaman ini perkembangan arsitektur mulai berkembang lagi dengan pembangunan istana- istana yang makin lama lebih penting dari pada bangunan kuil kuil.Kota ini adalah tempat persimpangan jalurperniagaan melalui sungai Tigris.
Berkat posisi strategis ini perekonomian kota ini lebih maju dan menjadi kota terbesar dan terkaya di Mesopotamia.Persia kaya akan bahan kayu, tanah liat dan batu alam.Jadi mereka mengkombinasi bahan bangunan ini dan menciptakan istana - istana yang megah. Konstruksi bangunan ialah konstruksi tiang dan balok dari kayu dan pengisi dindingnya adalah bata disebelah luar dilapisi tegel - tegel yang di glasur.



2.Kerajaan Babilonia
Babilonia (1696 – 1654 SM) dinamai sesuai dengan ibukotanya Babel, adalah negara kuno yang terletak di selatan Mesopotamia (sekarang Irak), di wilayah Sumeria dan Akkadia. Babel pertama disebut dalam sebuah tablet dari masa pemerintahan Sargon dari Akkadia dari Abad 23 SM. Setelahnya berdiri Kekaisaran Neo-Babilonia.
Babilonia berkembang menjadi sebuah kerajaan besar pada masa Hammurabi (1696 - 1654 sebelum Masehi), yang area kekuasannya meliputi daerah kerajaan Akkadia pada masa sebelumnya.
Pada masa kejayaannya, kerajaan tersebut dapat membangun kota yang teratur dan megah. Salah satu peninggalannya adalah taman gantung babilonia sebuah taman yang diasumsikan orang sebagai Taman Surga atau ‘paradise’ seperti yang diungkapkan pada setiap kitab suci.Taman ini Begitu  indah dan megah seluas empat are (400 feet square), tinggi 300 kaki (100 feet) sehingga dapat melihat pemandangan-pemandangan lembah dan padang pasir disekitarnya, dan terlihat di sisi Barat sungai Euphrates. Taman Babylon ini termasuk salah satu keajaiban dunia.



Lihat Juga :